Pengaruh Gaya Hidup dengan Kanker pada Lansia

Apabila kita dapat melakukan pengkajian faktor resiko kanker, maka selangkah kita telah melakukan program pencegahan dan mengurangi resiko kanker. Apa saja faktor resiko yang sebaiknya diketahui untuk melakukan pencegahan primer?

1. Riwayat Keluarga
Seseorang dengan riwayat kanker keluarga yang kuat harus dipantau secara hati – hati melalui program penapisan. Gen – gen terkait kanker payudara dan kanker lainnya memiliki manfaat penting untuk penapisan dan penanganan kanker. Namun jenis tumor seperti kanker payudara dan kanker kolon sering terjadi pada orang dewasa muda. Sebagian besar kanker payudara dan kolon terjadi pada orang tanpa adanya kaitan genetik yang diketahui.

2. Merokok dan penggunaan tembakau
Sebagian besar kanker paru dihubungkan dengan merokok (85%). Pajanan terhadap asap rokok secara kumulatif menempatkan kelompok perokok pria pada usia 70 – an pada resiko tertinggi untuk menderita kanker paru. Perokok lansia lebih cenderung untuk terus menggunakan lebih banyak rokok tinggi tar (non filter ) yang karsinogenik. Lansia tetap dapat memperoleh manfaat dengan berhenti merokok, tetapi penurunan resiko kanker pada seorang perokok akan memakan waktu 15 sampai 20 tahun untuk mencapai kondisi seperti orang yang tidak merokok.

komunitas lansia bebas kanker
komunitas lansia bebas kanker

3. Diet, Berat Badan, Latihan
Diet makanan seumur hidup yang tinggi lemak hewani dan rendah serat telah dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker kolon, payudara dan prostat. Diet yang disarankan adalah pengurangan diet lemak hewani dan peningkatan asupan buah – buahan, sayuran, dan makanan berserat. Makanan yang tinggi nitrat (misalnya ikan asap) telah dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker kolon dan lambung. Obesitas dan diet tinggi lemak dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker payudara dan kolon. Kurangnya olahraga juga dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker kolon. Pengguna alkohol berat dihubungkan dengan kanker pada daerah kepala dan leher dan kanker hepar.

4. Pajanan sinar matahari
Kanker kulit adalah masalah yang sering terjadi pada lansia. Kejadiannya meningkat dengan bertambahnya usia karena terpajan sinar matahari selama beberapa waktu. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan tabir surya untuk mengurangi pajanan sinar ultraviolet, memakai pakaian yang dapat melindungi dan membatasi aktivitas diluar rumah sampai waktu – waktu matahari tidak berada di puncak (sebelum jam 10 pagi dan setelah jam 3 sore). Tabir surya masih berguna untuk lansia, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kanker kulit.

5. Bahaya – bahaya lingkungan
Bahan kimia dan zat – zat lain di tempat kerja telah dikaitkan dengan peningkatan kejadian kanker termasuk kromium (tambang bijih besi), benzena (pekerja pabrik pernis dan lem), dan asbestos (pekerja di bagian perkapalan).

6. Pengaruh Hormonal
Menopause setelah usia 55 tahun dikaitkan dengan dua kali resiko kanker payudara sebelum usia 45 tahun. Penggunaan kontrasepsi oral secara kurang menyakinkan telah dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker payudara, tetapi penggunaannya telah menunjukkan dapat mengurangi resiko kanker endometrium (misalnya dengan estrogen dilawan oleh progesteron).

cancer on geriaitric
cancer on geriaitric

7. Riwayat Kanker
Perilaku pencegahan sangat penting bagi jutaan orang yang saat ini hidup dengan suatu riwayat kanker karena adanya riwayat kanker pada seseorang telah menempatkan orang tersebut pada resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya jenis – jenis kanker lainnya.

8. Masalah Pengobatan dan Penanganan yang lain
Kanker dapat dihubungkan dengan adanya atau kadang – kadang penanganan kondisi – kondisi medis yang lain. Resiko kanker lambung, contohnya meningkat dengan adanya penyakit lambung yang lain. Diabetes dan hipertensi telah dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker endometrium. Riwayat terpajan radiasi dapat menjadi faktor resiko berbagai kanker.

Bagaimana Penapisan dan Deteksi Dini Kanker pada lansia yang sebaiknya dilakukan sebagai pencegahan sekunder?
Kanker dapat timbul dengan tanda dan gejala yang multipel. Pemeriksaan yang berhubungan dengan kanker setiap tahunnya dapat memfasilitasi deteksi dini keganasan dan memberikan kesempatan untuk mengkaji faktor resiko dan untuk membimbing dan merujuk pasien dalam pengurangan resiko (misalnya berhenti merokok, pengurangan pajanan sinar matahari, perubahan diet dan nutrisi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *